Doa Anakku

Sungguhlah Tuhan itu sangat baik, ia mendengarkan doa-doa anakNya, apalagi, bila doa itu dihaturkan dengan penuh keihklasan. Terlebih memang Tuhan mendengarkan doa seorang anak kecil yang masih berusia 2 tahun. Untuk berbicara saja dia masih jauh dari kesempurnaan tapi Tuhan tahu apa isi hati anak itu.

Aldi adalah nama anak kecil itu yang masih berusia 2 tahun. Ayahnya sudah hampir 3 tahun tidak bekerja alias menganggur. Entah sudah berapa dan entah kemana saja surat lamaran sudah dikirimnya tapi tak jua kunjung dapat panggilan. Dan tak urung juga niatnya untuk terus berdoa agar Tuhan memberikan kepadanya kemurahan rejeki mengingat anaknya sekarang sudah dua orang. Hampir dia rasanya putus asa.

Hingga pada suatu hari, sesuatu peristiwa sangat mengagetkan dirinya. Seperti biasa mereka – Ayah, Ibu Aldi, Aldi sendiri dan adiknya- tengah berada dalam bundaran kecil untuk bersantap siang. Lalu ayahnya berkata : “Ayo kita berdoa”. Kontan saja Aldi membuat Ayahnya terperangah, karena seketika itu juga ia menutup matanya lalu membuat Tanda Salib, kemudian dengan bicara yang kurang sempurna ia berdoa :”Tuhan, kacih Bapak Adi ke-ja, ya Tuhan, ma kacih ya Tuhan. Amen” (maksudnya :Tuhan, kasih Bapak Aldi kerja ya Tuhan, terima kasih Tuhan. Amen). Ayah dan Ibunya terheran-heran melihat anaknya itu, padahal tak seorang pun yang menyuruh Aldi untuk melakukan hal itu. Begitu juga pada malam hari, Ayahnya juga menyuruh Aldi berdoa sebelum tidur.

Lalu Aldi mengucapkan doa yang sama seperti waktu siang harinya. Melihat sikap Aldi yang begitu polosnya, ayahnya sempat menitikkan air mata, dalam hati dia berkata,” Tuhan, lihatlah anak ini” dengan harapan Tuhan berbelas kasih kepadanya. Begitulah yang dilakukan Aldi setiap hari, terlebih apabila dia mendengar ayahnya berkata “mari kita berdoa” dia langsung saja berdoa sendiri dengan mengucapkan doa yang sama.

Hingga pada suatu hari, seseorang yang tidak dikenal datang dan mengatakan supaya Ayah Aldi segera datang ke alamat yang diberikan orang itu. Ayah Aldi pun segera mendatangi alamat tersebut, rupa-rupanya, Ayah Aldi dipanggil untuk bekerja pada perusahaan itu.

Puji Tuhan ucapnya dalam hati. Sesampainya dirumah, dia memberi tahukan kepada isterinya bahwa dia dipanggil untuk bekerja, Aldi juga mendengar percakapan orang tuanya. Lalu ayah Aldi berkata kepada Aldi supaya mengucapkan terima kasih kepada Tuhan, diapun lalu membuat Tanda Salib, dengan menutup mata dia berkata : ” ‘ma kacih ya Tuhan, Bapak Aldi cudah ke-ja………”.

Demikianlah Tuhan pernah berkata : ” Biarkanlah anak-anak datang padaku, karena baginyalah kerajaan surga “. Perkataan Tuhan itu bukan sia-sia, bagi Tuhan setiap anak yang meminta baginya pasti akan diberikan, karena Tuhan tau ketulusan anak-anak.

Jadi, marilah kita mengambil hikmah dari cerita diatas, agar kiranya kita tidak ragu-ragu untuk mengajarkan anak kecil berdoa karena ” Baginyalah kerajaan surga “.