Permennya Masih Manis…..

“Nak, ikutlah dengan kami sekarang…. Tinggalah bersama kami dan kami akan merawat kamu seperti anak kami sendiri!” kata seorang laki-laki tua kepada Ben. Ben hanya diam saja tanpa berkata sepatah katapun. Laki-laki tua itu memberikan sebuah permen kepada Ben dan berkata, “Pintu rumah kami selalu terbuka untukmu, datanglah kapan saja kamu mau.” Lalu laki-laki tua itu pulang ke rumahnya dan meninggalkan Ben seorang diri.

Selang berapa lama Ben tidak lagi tinggal di kampung itu karena semenjak orang tuanya meninggal dia tinggal seorang diri. Kemana dia pergi tidak ada seorang pun yang tahu. Tak terasa 20 tahun telah berlalu dan laki-laki tua itu tiba-tiba sakit. Dengan ditemani isterinya, laki-laki tua itu menjalani rawat inap di rumah sakit. Laki-laki itu hanya tinggal berdua dengan isterinya karena mereka tidak mempunyai anak. Hingga akhirnya seorang pemuda rutin mengunjunginya setiap hari, mendoakan dan menghibur laki-laki tua. Tetapi laki-laki tua itu tidak mengenali siapa pemuda yang baik hati itu.

Setelah beberapa hari di rumah sakit, laki-laki tua diperbolehkan pulang. Di halaman rumah sakit pemuda yang baik hati sudah menunggunya.

“Bapak dan ibu, tinggalah bersama saya, saya akan merawat bapak dan ibu seperti orang tua saya sendiri!” kata pemuda itu.

“Mengapa kamu melakukan semua ini kepada kami. Kami tidak kenal dengan kamu, tetapi kamu berbuat baik bahkan sampai melunasi biaya rumah sakit kami?” balas laki-laki tua itu.

Dengan tersenyum pemuda itu berkata, “Permennya masih terasa manis di lidah saya pak…”

Tidak ada yang salah jika kita berbuat baik kepada sesama….

Tidak usah kita pikirkan balasan apa yang akan kita terima. Jika kita berbuat baik hanya kepada yang baik kepada kita, orang dunia pun bisa melakukannya. Kita adalah anak pilihan Allah, tunjukkan kasih kita melebihi anak dunia. Apa yang kita tabur hari ini, akan kita tuai di masa yang akan datang. Kapan waktunya, itu bukan urusan kita….. Lakukan saja dengan ikhlas dan yakinlah bahwa kebaikan itu tidak akan kembali dengan sia-sia…..

Jika kita ingin melihat masa lalu, lihatlah keadaan kita sekarang, tetapi jika kita ingin melihat masa depan, lihatlah apa yang kita lakukan sekarang. Satu hal yang pasti Tuhan tidak pernah ingkar janji karena janji Tuhan ialah “ya” dan “amin”….

Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu…? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian…?
Matius 5:46

INDAH PADA WAKTUNYA…………

Bila hari ini kamu merasa gagal, ingatlah bahwa masih ada kesempatan untuk membuat yang terbaik.Bila kamu sedih, Tuhan menjanjikan kebahagiaan esok hari.

Kalau hari ini kamu menangis, percayalah Tuhan ada di sisimu dan mendengarkan keluh kelasahmu. Bahkan saat kamu merasa kesunyian Dia tidak pernah meninggalkanmu…. Dia tidak pernah membiarkanmu berjalan sendirian…..

Bila kamu merasa paling sudah dan menderita, tataplah lorong kehidupan di sekitarmu. Masih lebih banyak orang yang lebih menderita namun mereka tidak pernah putus asa.

Kenapa..? Karena mereka yakin esok lebih indah pada hari ini dan terutama Tuhan tidak pernah meninggalkannya….

Mereka membiarkan hidup berjalan bagai air… Walau banyak tantangan toh sampai pada tujuan…. Dari orang yang sudah dan menderita kamu bisa belajar kesabaran dan ketabahan….

Bila orang mengatakan hadapi dengan senyum…. saya mengatakan….. setelah kamu mengalami penderitaan baru senyum kemudian, karena di sana kamu merasakan indah pada waktunya……

Artinya derita berganti bahagia, tangis bersemi tawa, kesabaran berbuah ketabahan, air mata berobah menjadi mata air kehidupan.

Hidup memang kadang tidak seperti yang kamu inginkan….

perjalanan memang tidak gampang tapi kamu tidak akan mudah putus asa karena keyakinan Tuhan akan menguatkanmu….

Dia sungguh mengasihimu…..

Bahkan ketika kamu melihat sepasang jejak kaki bukan kakimulah yang sedang berjalan tapi saat itu Dia menggendongmu….

Akhirnya kamu akan bergumam, “Indah pada waktunya……” Dan aku sahabatmu menimpali….. “Ya benar Indah Pada Waktunya….” Saat itulah kamu akan merasa teduh walau hidup tidak mudah……

Tuhan Yesus mengasihi dan memberkati anda selalu……

” MULAI DARI DIRI KITA …………..”

“Dia dulu yang harus minta maaf kepada saya. Dia yang salah koq..!”
Kita memang mudah menuntut orang lain untuk mengakui kesalahan. Namun, apa jadinya jika semua orang melakukan hal demikian. Kedamaian menjadi sangat sulit untuk diwujudkan.

Matius 7:12
“Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

Tuhan Yesus mengingatkan kita untuk tidak menuntut orang lain melakukan ini dan itu. Namun sebaliknya, apa yang kita ingin orang lain lakukan kepada kita, kita diminta untuk melakukannya terlebih dahulu. Firman ini sekaligus mengingatkan kita untuk bersedia menempatkan diri kita pada posisi orang lain.

Demikian pula saat kita menjalin relasi dengan oran lain, tak jarang sebuah kesalahpahaman terjadi. Tak jarang perbedaan pendapat dan cara pandang juga terjadi. Semua itu adalah hal yang wajar.

Amsal 27:17
“Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.”

Namun, hal yang menjadikannya tidak wajar adalah jika kesalahpahaman dan perbedaan itu berlanjut pada rusaknya sebuah relasi antar manusia. Masing-masing saling bersikeras mengatakan, “dia yang bersalah, bukan saya.” Padahal firman Allah mengatakan kita untuk menjadi proaktif.
Menjadi proaktif berarti kita bersedia memahami dan mengerti orang lain terlebih dahulu. Jika hal ini menjadi prinsip hidup orang percaya, niscaya situasi yang penuh kedamaian itu akan terwujud.

Semuanya berawal dari diri kita… Untuk itu, dari pada menuntut orang lain ini dan itu, mari mulai dari diri sendiri.
Bukankah firman Allah ditujukan terutama untuk diri kita sendiri, bukan untuk orang lain?

Ibrani 4:12
“Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.”

2 Timotius 3:16-17
“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.”

Setelah kita mengetahui bahwa firman Allah memiliki 2 sisi tajam, dan sisi tajam satunya mengarah kepada kita, berarti ada ‘tuntutan’ kepada diri kita untuk melakukan dan memulainya dari diri kita sendiri.

Selamat menghidupi dan melakukan firman Allah para sahabat……

TUHAN YESUS memberkati dan Shalom………….

BENIH HITAM….

Kisah nyata di AS.
Ada seorang wanita kulit putih yang hendak melakukan perjalanan dengan seorang putranya yang berusia 6 thn.
Mereka menaiki taksi yang dikemudikan oleh seorang pria kulit hitam. Karena si anak tak pernah melihat orang kulit hitam sebelumnya, maka hatinya sangat ketakutan & bertanya pada ibunya: “Ibu, apakah orang ini bukan penjahat? Mengapa kulitnya begitu hitam?”

Sopir tadi sangat sedih mendengarnya.
Saat itu pula, sang ibu berkata pd anaknya: “Paman sopir ini bukan orang jahat, dia adalah orang yg sangat baik.”

Anak terdiam sejenak, lalu bertanya lagi: “Jika dia bukan orang jahat, lalu apakah dia pernah melakukan sesuatu yg buruk, sehingga kulitnya begitu hitam?”
Mendengar perkataan anak ini, mata pria kulit hitam itu berkaca², tp dia ingin tahu bagaimana wanita kulit putih itu menjawab pertanyaan tsb.

Ibu ini menjawab: “Dia adalah pria yg sangat baik, juga tak pernah berbuat jahat. Bukankah bunga² di kebun rumah kita ada yg berwarna merah, putih, kuning & warna lainnya?”

“Benar bu!”

“Bukankah biji benih dari semua bunga tsb berwarna hitam?”

Anak ini berpikir sejenak, “Benar bu! Semuanya berwarna hitam.”

“Benih hitam itu yg memekarkan bunga² berwarna-warni yg indah, sehingga dunia menjadi penuh warna-warni juga, bukankah begitu anakku?”

“Benar bu!” Anak ini seakan tiba² tersadarkan & berkata: “Kalau begitu pasti paman sopir ini bukan org jahat! Terima kasih paman sopir! Anda telah membuat dunia menjadi penuh warna-warni, sy akan berdoa untukmu.”

Anak polos ini lalu mulai komat-kamit berdoa, sopir kulit hitam ini tak bisa menahan diri lagi untuk tidak mengalirkan air mata.

Penjelasan yg bijak, membuat pengertian yg mendalam.

Renungan: Sudah bijaksana-kah kita memberikan penjelasan² terhadap orang² yg ada di sekitar? Sehingga menenangkan & mendamaikan suasana, tak ada lagi saling curiga mencurigai?

Ams 12:18,
“Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan.”

BERIKAN PENJELASAN DAN JAWABAN DENGAN HIKMAT……

Tuhan Yesus mengasihi dan memberkati anda selalu.

~ Kebaskanlah Debu Yang Di Kakimu ~

Pada saat Tuhan Yesus mengutus murid2-Nya untuk memberitakan Injil, Tuhan berpesan jika ada yang tidak mau mendengarkan maka “kebaskanlah debu yang di kakimu”

Markus 6:10-11;
Kata-Nya selanjutnya kepada mereka: “Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu.
6:11 Dan kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka.”

Artinya: Jangan mem-buang2 waktu dengan percuma untuk orang yang hatinya telah “keras”.

Begitu pula halnya dalam kehidupan ini, jika kita telah memberi saran yang baik dan benar ( sesuai dan selaras dengan firman Tuhan dalam Alkitab ), dan jika yang bersangkutan tidak mau mendengar dan menurut, maka “kebaskanlah debu yang di kakimu” (jangan buang-buang waktu dengan percuma), karena kita hidup di dunia ini mempunyai waktu yang terbatas, waktu tidak pernah menunggu kita.

Begitu pula halnya ketika kita merasa disakiti oleh sikap dan perkataan seseorang, janganlah mem-buang2 waktu untuk ‘merenungkan’ atau ‘meng-ingat2’ perkataan orang tsb. “Kebaskanlah perkataan tsb dari ingatanmu…..”

Tuhan memberi kita waktu di dunia ini sama untuk setiap orang, yaitu 24 jam sehari = 86.400 detik perhari, dan waktu yg telah lewat tidak akan pernah bisa diulang kembali.

Buanglah sampah2 ( kata2 yg menyakiti, hinaan, dll ) dari hati dan pikiran kita.

Pergunakan waktu kita dengan se-baik2nya,
“Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.” Fil 4:8

Tuhan Yesus mengasihi dan memberkati anda selalu….

Penipu Tertipu…..

Seorang penjual beras sedang memasarkan beras-berasnya. Ada pembeli yang langsung memborong habis semua berasnya. Beras yang dia tawarkan adalah beras super. Setelah menerima uang dari pembelinya, ia memutuskan untuk pulang.

Penjual beras merasa sangat untung karena pada malam hari sebelum ia menjual semua berasnya, ia telah mencampuri sebagian beras yang super dengan beras yang memiliki kualitas jelek. Betapa terkejutnya ketika ia menghitung kembali uangnya dan didapati bahwa sebagian dari uang yang ia terima adalah palsu.

Selalu ada balasan dari setiap apa yang kita lakukan. Seperti halnya penjual beras yang tidak jujur/menipu akhirnya mendapatkan buah yang sama dari apa yang ia lakukan.

Itulah yang disebut dengan hukum tabur tuai…. Kadang kita tidak akan mendapati tuaian itu secara langsung, akan tetapi akan ada waktu dimana kita akan merasakannya.

Jika kita bisa melakukan yang baik kepada Tuhan dan manusia, mengapa kita harus melakukan yang buruk..? Bukankah kita sendiri juga tidak mau mendapatkan yang terburuk. Oleh sebab itu lakukan yang terbaik bagi orang lain sama seperti kita melakukan kepada diri sendiri. Setiap perbuatan baik yang kita kerjakan maka akan melahirkan yang terbaik pula bagi kita nantinya.

Saudaraku yang kekasih, janganlah meniru yang jahat, melainkan yang baik.

” Barangsiapa berbuat baik, ia berasal dari Allah, tetapi barangsiapa berbuat jahat, ia tidak pernah melihat Allah ” 3 yohanes 1:11

Pasti Aman…

Ibu penyu tengah menggali pasir untuk kemudian meletakkan telur-telurnya di sana. Ibu penyu memastikan bahwa semua telur itu akan aman dari amukan ombak hingga menetas. Penyu jantan yang kebetulan melintas bertanya, “Mengapa kau letakkan semua telurmu di sini?”

Ibu penyu menjawab, “Batu karang ini akan melindungi anak-anaku dari ombak yang menakutkan. Mereka pasti aman dan selamat hingga saat menetas tiba…”

Yesuslah batu karang kita…. Saat semua masalah telah mengancam kehidupan kita, jangan pernah takut karena Tuhan Yesus tidak akan pernah membiarkan kita terseret terlalu dalam semua pencobaan yang kita hadapi.

Selalu ada kekuatan yang Tuhan berikan agar kita tetap bisa berdiri tegak di tengah badai.

Jika ibu penyu saja tahu bagaimana cara untuk menyelamatkan anak-anaknya, terlebih lagi Bapa kita di sorga.

Dia tahu seberapa batas kekuatan kita sehingga Dia tidak akan memberikan beban melebihi dari kekuatan kita. Percayalah kepada Tuhan karena Dia telah berjanji akan selalu menaungi anak-anak-Nya dengan damai sejahtera.

“Jadilah bagiku gunung batu, tempat berteduh, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku; sebab Engkaulah bukit batuku dan pertahananku….” Mazmur 71:3

Hidup oleh iman….

” Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian..? ” Mat 6:25.

Ayat di atas menjadi rhema dalam hidup saya, Tuhan banyak memberi kemudahan2 dalam hidup saya berkat IMAN akan firman-Nya.

Beberapa waktu lalu saya mendapat buku yang berjudul “Perpuluhan milik Allah” dari gereja tempat saya ibadah.
Dengan membaca buku tersebut saya mengerti bahwa kita, anak Tuhan wajib mengembalikan 10% dari berkat yang kita peroleh , jika tidak itu sama halnya dengan mengambil hak Tuhan.

Saya sekarang sedang kuliah semester akhir di salah satu perguruan swasta. Saya mulai mendengar nama Yesus sejak kecil tapi saya bukan dari keluarga Kristen, saya tidak bisa mengenal Yesus lebih dekat karena papa saya sangat menentang.

Saya mulai mempunyai kesempatan utk mengenal-Nya ketika Tuhan mulai memanggil saya secara pribadi saat saya mulai kuliah di luar kota dan jauh dari keluarga saya, Tuhan memperkenalkan diriNYA secara pribadi pada saya saat saya harus kehilangan orang yang sangat saya cintai yaitu nenek saya yang sudah percaya Kristus.

Sampai sekarang papa saya tidak tahu bahwa saya telah menjadi anak Kristus , saya mulai beribadah di gereja di kota saya kuliah dan saat-saat yang paling saya tunggu adalah hari sabtu, karena hari itulah jadwal saya beribadah di gereja.
Hati saya sangat senang sekali setiap beribadah.

Tuhan selalu memberi berkat-berkat yang tak terduga dalam hidup saya. 1,5 tahun berlalu, tiba-tiba Tuhan ijinkan mama saya yang selama ini adalah tulang punggung keluarga dan membiayai kuliah saya terkena Stroke dan tidak dapat melakukan apa-apa.
Bahkan rumah kami satu-satunya pun harus di jual untuk menutupi hutang, saat itu papa saya hanya mengandalkan uang dari sisa penjualan rumah untuk membiayai kuliah saya dan sekolah adik2 saya, tidak lama uang itupun habis sementara mama saya dirawat oleh kakak saya di luar kota.

Papa saya mendapat pekerjaan dan mulai bekerja untuk membiayai kuliah saya, terkadang saya merasa sangat sedih jika mengingatnya tetapi dengan keadaan seperti itu saya masih dapat menanggung segala kekurangan, karena Tuhan memelihara saya dan yang membuat saya sedih ke dua adik saya harus putus sekolah, entah kenapa mereka tidak mau bersekolah lagi.

Hari – hari terus berlalu sementara kebutuhan hidup dan kuliah saya semakin bertambah, sedangkan papa saya selalu telat dan semakin mengurangi jatah uang saku, sementara saya juga belum dapat bekerja karena jadwal kuliah yang padat serta saya juga mengikuti organisasi di kampus.

Tapi saya tidak pernah berkecil hati karna saya percaya Tuhan pasti cukupi kebutuhan saya, kuliah saya juga Tuhan lancarkan…..

Saat saya pindah ke kost yang lebih murah dari sebelumnya untuk menekan pengeluaran, tak disangka mujizat Tuhan terjadi. Pemilik dari rumah kost tersebut yang juga anak Tuhan, dari awal saya masuk kost memberi banyak kemudahan pada saya, padahal kami belum pernah kenal sebelumnya.

Baru-baru ini saat saya sedang kekurangan dan pada saat beribadah saya berniat untuk memberi sedikit saja untuk perpuluhan, itupun sudah saya siapkan namun tiba-tiba Roh Kudus bilang beri yang lebih besar, jujur saat itu hati saya sempat bergejolak “bagaimana jika tidak cukup sampai ayah saya mengirim uang lagi?” tetapi dengan iman saya ikuti apa kata Roh Kudus dan saya berserah sepenuhnya pada Tuhan.

Selang sehari saja, tanpa terduga saya mendapatkan berkat lebih dari yang saya berikan untuk perpuluhan. Terpujilah Tuhan yang selalu memelihara anak-anaknya yang percaya kepadaNYA….

Pesan:
Kembalikan lah kepada Tuhan apa yang menjadi milik Tuhan, maka hidupmu akan diberkati.
Dan hal yang paling penting dalam hidup adalah IMAN, dengan iman semua yang mustahil menjadi nyata,Tuhan tidak akan membiarkan anak-anaknya sedih,kekurangan ataupun sengsara. Karena kita berharga dimataNYA semua kebutuhan kita pasti dicukupiNYA.

Tuhan Yesus mengasihi dan memberkati anda selalu

Setia Menunggumu….

Sebuah keluarga kecil nan bahagia tiba-tiba menjadi berantakan dikarenakan suaminya melakukan tindak kejahatan yang mengakibatkan dirinya masuk ke dalam penjara untuk jangka waktu yang sangat lama….

Bahkan dirinya juga mengambil barang-barang berharga dan uang tabungan milik isterinya sebelum pergi dari rumah. Dia tidak hanya berbuat jahat pada orang lain, tetapi dia juga telah berbuat jahat pada isteri dan anak-anaknya….

Dan sejak saat di dalam penjara dia tidak lagi dapat mendengar kabar, bagaimana keadaan isteri dan anak-anaknya….

Hingga akhirnya masa hukuman berakhir dan hari pembebasan pun tiba…. Tetapi suami tersebut merasa malu untuk bisa bertemu lagi dengan keluarganya.

Sebelum hari pembebasan suami itu mengirim surat untuk isterinya.

Dalam suratnya suami itu berkata… “Aku sadar telah menyakiti kamu dan anak-anak. Dan aku merasa tidak layak lagi untuk bertemu dengan kalian walaupun jauh di dalam hatiku, aku rindu untuk pulang dan berkumpul kembali….” Dan di akhir suratnya suami itu minta kepada isterinya untuk memberikan tanda (sehelai pita kuning) di pohon depan rumah jikalau isterinya masih mau menerima keadaan dirinya….

Jika nanti tidak dijumpainya sehelai pita kuning, maka dia akan melewati rumah itu dan pergi ke kota lain untuk selamanya. Tetapi setelah surat itu dikirim, suami itu tidak mendapati balasan surat dari isterinya.

Tepat di hari pembebasan suami itu merasa ragu untuk pulang… Tapi akhirnya dia putuskan untuk naik bus yang melewati depan rumahnya. Dalam pikirnya dia bisa langsung pergi ke kota lain jika nantinya tidak dijumpai sehelai pita kuning di depan rumahnya….

Sepanjang perjalanan suami itu tidak bisa tenang. Hingga saat bus itu akan melewati depan rumahnya, dia tidak melihat sehelai pita kuning.

Tidak sehelaipun….. Suami itu turun dari bus…. Matanya berkaca-kaca dan terus menangis….. Dia tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Kakinya terasa berat untuk melangkah…..

Di hadapannya ia melihat rumah yang dipenuhi ratusan helai pita kuning….Isteri dan anak-anaknya telah menunggu di depan pintu rumah dengan tangan terbuka dan senyum kebahagiaan…..

Dan terdengarlah isterinya berkata “ Ayo lekas masuk, kami telah lama menunggu kedatangan kamu……”

Allah dengan kasih setia-Nya selalu menunggu kedatangan anak-anak-Nya.

Mungkin saat ini kita merasa tidak layak untuk berjumpa dengan DIA.

Kita sudah mengecewakan Allah dan menjadi manusia yang penuh dengan dosa. Tetapi mari kita mengakui segala dosa kita dan menyerahkan hidup sepenuhnya untuk menerima pengampunan dari Allah. “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu bahwa Yesus adalah Tuhan dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan ”. (Roma 10:9).

Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan……(1 Yohanes 1:9)

Kamu berkata, “Itu tidak mungkin.”
Tuhan berkata, “Tidak ada hal yang tidak mungkin.” (Lukas 18:27)

Kamu berkata, “aku terlalu capai.”
Tuhan berkata, “Aku akan memberikan kelegaan padamu.” (Matius 11:28)

Kamu berkata, “Tidak ada seorangpun yang mencintai aku.”
Tuhan berkata, “Aku mencintaimu.” (Yohanes 3:16-Yohanes 13:34)

Kamu berkata, “Aku tidak bisa meneruskan.”
Tuhan berkata, “Kasih karuniaKu cukup.” (2 Korintus 12:9 – Mazmur 91:15)

Kamu berkata, “Aku tidak mengerti.”
Tuhan berkata, “Aku akan menuntun langkah-langkahmu.” (Amsal 3:5-6)

Kamu berkata, “Aku tidak bisa melakukannya.”
Tuhan berkata, “Kamu bisa melakukan semuanya.” (Filipi 4:13)

Kamu berkata, “Ini tidak berharga.”
Tuhan berkata, “Itu akan berharga.” (Roma 8:28)

Kamu berkata, “Aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri.”
Tuhan berkata, “Aku memaafkanmu.” (1 Yohanes 1:9-Roma 8:1)

Kamu berkata, “Aku tidak bisa mengatasi.”
Tuhan berkata, “Aku akan menyediakan kebutuhanmu.” (Filipi 4:19)

Kamu berkata, “Aku takut.”
Tuhan berkata, “Aku tidak memberikan padamu roh ketakutan.” (II Timotius 1:7)

Kamu berkata, “Aku selalu kuatir dan frustasi.”
Tuhan berkata, “Serahkan segala kekuatiranmu kepadaku.” (I Petrus 5:7)

Kamu berkata, “Aku tidak mempunyai iman yang kuat.”
Tuhan berkata, “Aku memberi setiap orang iman menurut ukurannya.” (Roma 12:3)

Kamu berkata, “Aku tidak pandai.”
Tuhan berkata, “Aku memberikan padamu hikmat.” (I Korintus 1:30)

Kamu berkata, “Aku merasa aku sendirian.”
Tuhan berkata, “Aku tidak akan pernah meninggalkanmu atau membiarkanmu.” (Ibrani 13:5)

“Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” 1 Pet 5:7

Tuhan Yesus mengasihi dan memberkati anda selalu…..